Mon to Fri at 08.00-16.00
PHONE - WA

081249678256

EMAIL

lctprogram99@gmail.com

Belajar dari Santan Kelapa

Untuk menjadi yang terbaik membutuhkan proses yang kadangbterasa sakit. Saya berusaha belajar dari sari kelapa yang kita sebut “santan”:
1. dia diambil dari pohon bukan dipeluk, tapi dipeluntir atau ditarik atau di bacok dan dijatuhkan, kadang ada yang sampai pecah
2. belum cukup sampai disitu. Habis jatuh bukan dielus tapi IA kemudian ditusuk atau dibacok dan dijambak sabutnya
3. habis dijambak bukan ditimang tapi DE- GETOK sampai pecah, lalu dicungkil…..
4. ternyata setelah dicungkil BELUM CUKUP, IA diparut sampai tersayat kecil-kecil….
5. IA kemudian disiram (kadang pakai air panas) lalu diperas berkali-keli…..
6. BARULAH keluar “SANTAN” yang dicari banyak orang. menjadi santan yang menjadikan makanan jadi enak dan lezat bagi yang memakannya.

Indahnya juga, bahwa setiap tahapan yang dilalui selalu memberi manfaat:
1. Ketika dipetik ia memberi manfaat nafkah bagi yang memetiknya
2. Sabut kelapa yg ia tinggalkan bermanfaat untuk kayu bakar atau juga untuk sapu
3. Batok kelapa memberi uang bagi pengrajin atau pembuat arang
4. Ampas kelapa untik dibuat kuwe dengan gula jawa atau untuk memberi makan ternak

Semoga kita semua dapat selalu sabar, syukur dan ikhlas menjalani setiap episode yg telah direncanakan oleh Allah SWT. untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik dan bermanfaat.

@Berlin Papua Barat, 02 April 2017.

Related Post